Prabu Hayam Wuruk sampai ke Prabowo Subianto Catatan Penambahan : 1. Pendapat yang menyatakan ayahanda R. Djoko Kaiman (Adipati Mrapat), bernama Raden Banyak Sostro,


BUKA MATE LO PADE KAGAK USAH SOK JAGO MEMFITNAH PAK PRABOWO.. PRABOWO SUBIANTO, dari Trah GIRI KEDATON dan Silsilah SUNAN TEMBAYAT Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau dikenal sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, yang menjadi pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Jiwa keprajuritannya, sepertinya di-ilhami oleh salah seorang leluhurnya Raden Tumenggung Kertanegara IV (Raden Panji Indrajit/Tumenggung Banyakwide), yang merupakan Panglima Laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Gowong (Kedu). Jika diselusuri lebih mendalam, Silsilah Prabowo Subianto akan menuju kepada Raden Joko Kahiman, atau yang lebih dikenal sebagai Adipati Mrapat (Bupati Banyumas Pertama). Raden Joko Kaiman adalah menantu Bupati Wirasaba, yang bernama Adipati Warga Hutomo. Beliau digelari “Mrapat”, disebabkan keberhasilannya untuk mendamaikan Sultan Hadiwijaya (Pajang) dengan ahli waris Adipati Warga Hutomo, dan ia juga dinilai berhasil mencegah perpecahan di wilayah Kabupaten Wirasaba Hubungan antara Prabowo Subianto, dengan Adipati Mrapat, bisa dilihat pada Jalur Silsilah berikut : 01. Letjen TNI Prabowo Subianto 02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo 03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo 04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo 05. Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II). 06. Raden Muhammad 07. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu)) 08. Raden Tumenggung Kertanegara III 09. Raden Tumenggung Kertanegara II 10. Raden Tumenggung Mangkupradja/Raden Tumenggung Kertanegara I (Patih Ndalem Kartasura, beliau yang membangun Masjid Saka Tunggal Kebumen tahun 1722 ). 11. Ngabei Kertoyudo 12. Ngabei Banyakwide 13. Raden Tumenggung Mertayuda (Adipati Banyumas ke-empat (1620-1650)) 14. Ngabei Kalidethuk/Mertasura II (Adipati Banyumas Ke-tiga (1601-1620)) 15. Ngabei Djanah/Mertasura I (Adipati Banyumas Ke-dua (1583-1600)) 16. Adipati Mrapat (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583)) {Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah. Adipati Mrapat (Raden Joko Kaiman) bin Pangeran Haryo Joyohadikusumo bin Pangeran Sekar Seda Lepen (Raden Kikin) bin Raden Fattah (Pendiri Kerajaan Demak Bintoro)} Dari data Silsilah di atas, salah seorang leluhur Prabowo bernama Raden Kartoatmodjo menikah dengan R.A Djojoatmojo (Cicit dari Sultan Hamengkubuwono II). Melalui Sultan Hamengkubuwono II, jalur genealogy Prabowo Subianto menyambung kepada Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton) dan Sunan Tembayat. I. Jalur Kepada Sunan Giri 01. Letjen TNI Prabowo Subianto 02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo 03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo 04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo 05. Raden Ayu Djojoatmojo 06. Raden Tumenggung Djojodiningrat 07. KGPA Moerdoningrat 08. Sri Sultan Hamengkubuwono II 09. Sri Sultan Hamengkubuwono I 10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV) 11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger) 12. Sunan Amangkurat I 13. Sultan Agung Hanyokrokusumo 14. Prabu Hanyakrawati 15. Panembahan Senapati (Pendiri Kraton Mataram Islam) 16. Nyai Sabinah (isteri Ki Ageng Pemanahan) 17. Ki Ageng Saba 18. Nyai Made Pandan 19. Sunan Dalem (Sunan Giri II) 20. Sunan Giri (Pendiri Khilafah Giri Kedaton) II. Jalur Kepada Sunan Tembayat 01. Letjen TNI Prabowo Subianto 02. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo 03. Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo 04. Raden Tumenggung Mangkuprodjo 05. Raden Ayu Djojoatmojo 06. Raden Tumenggung Djojodiningrat 07. KGPA Moerdoningrat 08. Sri Sultan Hamengkubuwono II 09. Sri Sultan Hamengkubuwono I 10. Sri Susuhunan Amangkurat Mas II (Sunan Amangkurat IV) 11. Sri Susuhunan Pakubuwana I (Pangeran Puger) 12. Kanjeng Ratu Pelabuhan (istri Sunan Amangkurat I) 13. Pangeran Kajoran (Panembahan Rama) 14. Ki Ageng Wanakusuma II 15. Ki Ageng Wanakusuma 16. Ki Ageng Giring IV 17. Ki Ageng Giring III (semasa dengan Ki Ageng Pemanahan) 18. Nyai Ageng Giring II (istri Ki Ageng Giring II) 19. Sunan Tembayat Prabu Hayam Wuruk sampai ke Prabowo Subianto Catatan Penambahan : 1. Pendapat yang menyatakan ayahanda R. Djoko Kaiman (Adipati Mrapat), bernama Raden Banyak Sostro, sangat LEMAH, disebabkan : a. Hanya berdasarkan kisah Mitos (Legenda) b. Keduanya berbeda masa kehidupannya, jika Raden Banyak Sastro, adalah generasi ke-2 dari Prabu Niskala Wastu Kencana, sementara Raden Djoko Kaiman, satu generasi dengan Maulana Muhammad (Sultan Banten, 1585-1596), yang merupakan generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana. c. Istri Raden Djoko Kaiman adalah generasi ke-7 dari Prabu Niskala Wastu Kencana (dalam Kisah Rakyat Banyumas), sementara kalau kita berpendapat R. Djoko Kaiman adalah anak dari Raden Banyak Sostro, berarti yang bersangkutan adalah generasi ke-3 dari Prabu Niskala Wastu Kencana. d. Jika Raden Djoko Kaiman adalah keturunan Prabu Niskala Wastu Kencana, maka ada sekitar 4 generasi yang hilang.

Comments